Berpikir Kritis Bersama melalui SIJABAT (Sini Belajar Debat)



Kegiatan Sini Belajar Debat (SIJABAT) telah dilaksanakan pada Sabtu, 24 Juli 2021 dengan mengangkat permasalahan topik mengenai Wacana Pelegalan Ganja di Indonesia yang direncanakan pada awal tahun 2020 oleh Pemerintah dan jumlah partisipan sebanyak 32 orang. Dibagi menjadi tiga breakout room dan tiga babak yakni babak pertama merupakan perdebatan secara umum yang diwakilkan oleh tiga pembicara dalam satu kelompok. Satu kelompok terdiri dari lima sampai enam orang, babak kedua merupakan lanjutan dari perdebatan babak pertama namun pembicaranya bisa dari seluruh anggota kelompok, kemudian babak ketiga membahas case yang disediakan yakni apabila Indonesia melegalkan ganja apakah ekonomi Indonesia akan meningkat secara signifikan atau justru sebaliknya, dalam perdebatan ini terdiri dari tiga sisi pro dan tiga sisi kontra.

Dengan hasil dalam room satu menurut sisi pro bahwa pelegalan ganja di Indonesia dapat dilakukan untuk kesehatan karena memiliki banyak manfaat serta dapat meningkatkan perekonomian negara. Bila akan dilegalkan harus ada peraturan yang mengikat seperti adanya lisensi, syarat-syarat tertentu untuk masyarakat umum. Menggunakan tentara atau aparat negara juga dibutuhkan untuk mengamankan proses distribusi dan transaksi. Sedangkan dari sisi kontra, tidak ada manfaatnya dalam melegalkan ganja di Indonesia selain di bidang medis. Justru akan banyak tindakan kriminal karna adanya pemalsuan surat atau lisensi untuk demi dapat membeli ganja. Tidak perlu menggunakan tentara untuk menjaga transaksi atau distribusi ganja karna tentara memiliki banyak tugas yang lebih penting. Ganja mungkin dapat meningkatkan perekonomian Indonesia namun untuk komoditas di Indonesia masih banyak yang dapat membantu perekonomian Indonesia.

Sama halnya dengan room satu, pada room dua sisi pro menyampaikan bahwa ganja seharusnya dilegalkan di Indonesia karena memiliki banyak manfaat terutama dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit. Meskipun mendapatkan manfaat di bidang kesehatan, namun bagi sisi kontra mengatakan bahwa jika ganja dilegalkan di Indonesia dapat meningkatkan kriminalitas di Indonesia dan negara ini belum siap untuk mengontrol penggunaan ganja oleh masyarakat.

Dalam room tiga juga sama seperti room lainnya, pada sisi pro lebih menekankan pada manfaat di bidang kesehatan maupun ekonomi di Indonesia, WHO juga merekomendasikan dan menyarankan bahwa dilegalkan secara bertahap di Indonesia. Akan tetapi hal itu ditepis oleh sisi kontra menyampaikan alasan bahwa ganja termasuk dalam narkotika golongan satu otomatis juga menyebabkan halusinasi serta ketergantungan pada masyarakat Indonesia, jika di Indonesia juga tetap dilegalkan akan banyak kemunculan pengaruh negatif pada masyarakat Indonesia. Meskipun akan meningkatkan perekonomian Indonesia secara signifikan tetapi juga melihat kembali dampak negatif dari ganja yakni membunuh generasi muda serta menurunkan tingkat angkatan kerja di Indonesia.

Dalam kegiatan SIJABAT dengan best speakers dari sisi pro dan sisi kontra room satu yakni Raihan Hafidh dan Mohammed Alif Az-Zaidan, dan juara umum dari sisi kontra room tiga yakni Tri Widya, Ruben Hasitongan Sianturi, Febru Muhammad, Muhammad Faishal Abbiyu, dan Shafa Ugi Ayu.