Hasil Diskusi Bersama dalam Acara Bahas Bareng Advokasi (Basreng)



Kegiatan Bahas Bareng Advokasi yang pertama telah dilaksanakan pada Rabu, 26 Mei 2021 yang mengangkat permasalahan topik mengenai Kebijakan Pemerintah mengenai Larangan Mudik bagi WNI pada 6 Mei - 17 Mei 2021 bersebrangan dengan kabar WNA China dan India datang ke Indonesia sehingga aturan yang dibuat tidak konsisten, secara umum merugikan masyarakat. Narasumber dalam acara ini ialah dosen Program Studi Ilmu Komunikasi yakni Senja Yustitia yang menghasilkan bahasan bahwa larangan mudik lebaran yang ditetapkan oleh pemerintah bertujuan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 di Indonesia. Namun kenyataan di lapangan, pemerintah cenderung tidak memiliki kredibilitas di mata masyarakat sehingga tak sedikit warga Indonesia yang nekat untuk melakukan mudik ke kampung halamannya. Beberapa pemudik masih lolos dari pos penyegatan mudik, dirasa pemerintah tidak komitmen dengan aturan yang telah ditetapkan.

Pemerintah Indonesia mengutamakan kepentingan ekonomi, satu-satunya kebijakan yang stabil hanya kebijakan ekonomi. Sebetulnya Indonesia juga memperhatikan kepentingan kesehatan. Akan tetapi bila Indonesia menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah tidak menjamin untuk kebutuhan ekonomi setiap warganya. Dibutuhkan kerja sama dari Rukun Tetangga atau Rukun Warga di wilayah tempat tinggal untuk membantu melengkapi kebutuhan sehari-hari. Pentingnya sinergitas antara masyarakat dengan pemerintah dalam menerapkan kebijakan yang telah ditetapkan, serta kredibilitas secara berkala untuk membuktikan bahwa pemerintah memiliki modal moral yang bagus dalam menetapkan kebijakan bagi masyarakat Indonesia.

Kegiatan Bahas Bareng Advokasi yang kedua telah dilaksanakan pada Rabu, 7 Juli 2021 yang mengangkat permasalahan topik Putusan Kuliah Bauran (Hybrid) UPN “Veteran” Yogyakarta dengan narasumber dari Bapak Markus Kusnardijanto selaku Kepala Sub Bagian Humas UPN “Veteran” Yogyakarta yang menghasilkan bahasan bahwa adanya penundaan untuk kuliah bauran (hybrid), keputusan dan riset belum memungkinkan untuk luring, kecuali untuk praktikum dan KKN itu pun sesuai dengan protokol kesehatan yang ada.

Adanya Surat Edaran Baru mengenai kegiatan perkuliahan di semester depan dengan menyesuaikan kondisi saat ini. Apabila semester depan membaik dengan melihat situasi apakah yang di luar Yogyakarta sudah siap, apakah yang tinggal di Yogyakarta saja dengan beberapa ketentuan. Tidak semua orang melepaskan anaknya. Pihak UPN sudah menyiapkan untuk menerapkan perkuliahan bauran meskipun belum tercover secara full. Tetapi cukup untuk setiap prodi untuk antisipasi agar tidak terjadi cluster. Birokrasi akan melakukan uji coba meskipun harus koordinasi dengan Satgas Covid kampus.

Dalam menyertakan Surat Keterangan Sehat dalam persyaratan masuk secara luring harus betul-betul sehat. Untuk Persyaratan lain dengan menyertakan Surat bukti Test Antigen, Swab, dan surat pernyataan menyetujui. Selain itu, juga menyertakan sertifikat vaksin sebagai bentuk mengikuti program pemerintah untuk menjaga imun tubuh. UPN juga sudah mengantisipasi adanya cluster dengan mematuhi peraturan yang ada, tidak hanya Antigen, namun juga tetap mencuci tangan dan cek suhu setiap harinya. Selain itu juga tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, kontak dengan sesama teman dibatasi dan memastikan bahwa tubuh dalam keadaan sehat.

Ada pelanggaran bagi yang tidak mematuhi protokol kesehatan di dalam kampus yakni dialihkan perkuliahan luring di kampus menjadi daring. Dalam melaksanakan teknis perkuliahan di kampus dengan mengisi formulir kemudian menyesuaikan kapasitas kelas lalu mendaftar kelas secara luring. Birokrasi tidak memaksakan mahasiswa di luar Yogyakarta untuk datang ke kampus, menyesuaikan kondisi dari masing-masing daerah. Perencanaan perkuliahan secara bauran ini juga melihat situasi dan kondisi, dalam prioritas untuk angkatan bisa diatur tidak hanya mahasiswa baru dan mengacu pada pemerintah. Meskipun begitu peraturan terbaru untuk perkuliahan di semester depan masih dilakukan secara daring dengan melihat kondisi naiknya kasus Covid-19 di Indonesia.

Namun untuk kegiatan praktek di kampus diizinkan dengan melakukan protokol kesehatan yang ketat dan mahasiswa saling menjaga satu sama lain. Dalam melaksanakan praktek di kampus juga dengan kesepakatan dosen mata kuliah, jika dirasa cukup dapat melalui daring kembali. Sesuai aturan kelas dengan masing-masing dosen yang sudah disepakati bersama.