Adaptasi Kebiasaan Baru Versi Himakom



Adaptasi kebiasaan baru merupakan istilah yang dipakai dalam masa penyesuaian pandemi Covid-19. Pada masa ini, masyarakat bisa beraktivitas kembali secara produktif namun tetap menerapkan langkah pencegahan Covid-19. Kalau kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), adaptasi kebiasaan baru didefinisikan sebagai masa transisi ketika pemerintah mulai membuka kembali fungsi kehidupan sosial dan ekonomi. Pada era adaptasi kebiasaan baru, orang-orang udah mulai beraktivitas kembali seperti biasa dengan protokol kesehatan yang katanya cukup ketat, dalam artian selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan saling menjaga jarak fisik.

Banyak sektor yang memulai aktivitas mereka kembali, terutama sektor ekonomi, Tidak hanya sektor ekonomi, sektor pendidikan seperti kampus dan sekolah pun sudah mulai dibuka tetapi kegiatan pembelajaran tetap melalui dalam jaringan (daring). Kegiatan kampus tentu erat kaitannya dengan organisasi, salah satunya ada Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Yogyakarta alias Himakom yang turut beradaptasi dengan budaya baru ini.

Pandemi Covid-19 ternyata tidak hanya mampir lalu pergi hilang tanpa kejelasan, tapi rupanya duduk manis dulu tinggal di bumi. Mau tidak mau, Himakom harus putar otak agar semua program kerja dapat tetap terlaksana. Tentu banyak sekali perubahan dan kendalanya, tidak bisa dipungkiri kalau jarak memang jadi salah satu masalah dalam hal ini. Pasalnya semenjak pandemi, banyak pengurus yang menyebar pulang ke kampung halaman masing-masing. Beberapa perubahan pun dilakukan Himakom untuk menyesuaikan pandemi ini. Untuk lebih jelasnya kita urai satu-satu dulu deh adaptasi kebiasaan baru versi Himakom.

#1 Pelaksanaan rapat dan koordinasi antarpengurus, KSM dan mahasiswa ilmu komunikasi serta birokrasi kampus

Rapat pengurus jadi salah satu agenda rutin Himakom setiap minggunya. Bergesernya budaya luar jaringan (luring) menjadi daring tentu bergeser pula kebiasaan rapat pengurus kami. Per bulan Maret 2020, semenjak pandemi ini dating, kegiatan rapat setiap hari Senin dilakukan secara daring menggunakan aplikasi yang sedang kondang, yaitu aplikasi Zoom.

Menyusul rapat pengurus, koordinasi dengan KSM, mahasiswa, dan birokrasi kampus turut melalui daring. Bedanya, koordinasi ini lebih secara person to person sehingga dapat menggunakan aplikasi chatting di media sosial, voice call ataupun video call. Terlebih lagi jika sedang malas dapat menggunakan voice note, semakin mudah bukan?

#2 Pelaksanaan program kerja secara daring

Program kerja adalah segala kegiatan yang harus dilakukan dalam satu periode kepengurusan. Pengurus juga turut putar otak untuk hal ini. Sejak bulan Maret sampai akhir Desember 2020 nanti, semua proker dijalankan secara daring, mulai dari kunjungan antarhimpunan (dalam maupun luar kampus), webinar (seminar secara daring), perlombaan via media sosial, talkshow melalui Instagram dan Youtube Himakom, hingga Pengenalan Kehidupan Kampus (PKK) pun turut dilaksanakan secara daring.

Tentu dalam setiap musibah ada hikmah yang bisa diambil. Dengan kegiatan dilaksanakan secara daring, akan mengurangi cost yang cukup banyak dari kegiatan luring. Jika dihitung-hitung, kegiatan luring perlu memerhatikan menyewa tempat atau lokasi kegiatan, perlengkapan, makanan, transportasi, dan dekorasi, cukup banyak bukan? Sedangkan secara daring, kita cukup lakukan semua dari rumah sambil duduk santai di sore hari tapi otak tetap harus jalan untuk berpikir.

Selain itu, banyak ide kreatif baru bermunculan. Sadar atau tidak, #dirumahaja membuat banyak pengurus menghasilkan karya-karya baru yang tidak melulu soal mahasiswa dan birokrasi kampus saja. Akan tetapi, ada pula gagasan lain, seperti ada live Instagram ala selebgram, podcast yang sekarang lagi booming, serta webinar live melalui Youtube yang menjadi daya tarik baru bagi pengurus Himakom.

Begitulah sekiranya cerita dari Himakom dalam edisi adaptasi kebiasaan baru. Semoga kita semua selalu dalam keadaan yang sehat sampai kita bertemu lagi dan bertatap muka di kampus tercinta. Sampai jumpa. (Badan Pengurus Harian Himakom)