DIMENSI #2 : Menyatukan Rasa, Melawan Rasisme



- PRESS RELEASE - 

HIMAKOM UPN "Veteran" Yogyakarta Ajak Lawan Rasisme melalui Acara DIMENSI

Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Yogyakarta menggelar Diskusi Media dan Literasi (DIMENSI) pada hari Kamis (05/09). Acara ini mengangkat tema “Menyatukan Rasa, Melawan Rasisme” untuk membahas isu mengenai demo dan kerusuhan di Papua yang disinyalir rasisme sebagai pemicunya..

Acara ini dipandu oleh Yudhy Widya Kusuma, sebagai moderator. Hadir pula 2 dosen Ilmu Komunikasi, yakni Susilastuti dan Meike Lucye Karolus sebagai pembicara. Selain itu, acara ini juga turut mendatangkan Yahya, ketua Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Daerah Yogyakarta. Acara ini pun dihadiri oleh 106 peserta dari berbagai kalangan seperti mahasiswa dan juga dosen.

"Harapannya acara diskusi ini dapat semakin meningkatkan persatuan negara kita melalui kepedulian kita akan isu-isu sekitar kita, salah satunya masalah rasisme ini di mana isu rasisme ini khususnya kepada rakyat Papua kembali memanas akhir-akhir ini. Sehingga rasisme ini sangat perlu kita lawan" ujar Nur Luthfiah selaku ketua dari acara DIMENSI saat ditemui di tengah-tengah acara DIMENSI di Kampus II UPN "Veteran" Yogyakarta.

Acara ini ditutup dengan penandatanganan para peserta diskusi di atas selembar kain putih. Hal ini dilakukan untuk menunjukkan kesepakatan para peserta untuk menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

- NOTULENSI 

Ada beberapa masalah yang terjadi, yakni:
• Ada berbagai hal yang menyebabkan kericuhan di Papua, bukan hanya rasisme
• Kurangnya rasa sensitifitas untuk melihat perbedaan
• Kurangnya pemahaman masyarakat untuk melihat masalah secara keseluruhan terlebih dahulu
• Masalah integrasi yang belum tuntas
• Kesadaran partisipasi masyarakat untuk saling bersosialisasi masih kurang


Yang harus dilakukan:
• Perlu dialog dan diskusi pembekalan edukasi culture untuk mengidentifikasi, penyesuaian culture, menghilangkan prasangka karena adanya perbedaan.
• Lawan informasi-informasi hoax yang ada di masyarakat.
• Menyadari adanya masalah, melalui peka terhadap situasi yang ada di sekitar.
• Memanfaatkan media sebagai konstruksi pesan dan juga menjadikan media pemersatu.
• Jangan tanamkan jiwa kompetitif, tetapi tanamkan jiwa kolaborasi.
• Pengembangan sumber daya manusia yang merata.