HIMAKOM SUKSES SELENGGARAKAN DIMENSI



Dimensi singkatan dari Diskusi Media dan Literasi, Divisi Penelitian dan Pengembangan adalah divisi dari Himakom yang menjadi penanggung jawab acara Dimensi. Dimensi diadakan dengan tujuan untuk mewadahi mahasiswa Ilmu Komunikasi untuk duduk bersama mendiskusikan isu-isu dan berita yang sedang hangat diperbincangkan oleh publik. Dimensi akan membahas berita yang layak didiskusikan, jadi tidak sembarang berita atau isu bisa dibahas, seperti berita yang berkaitan dengan kepentingan banyak orang, berita yang menyangkut pendidikan, dan berita yang menimbulkan kontroversi, dan lain sebagainya.

Dimensi akan menjadi sebuah wadah yang baik untuk mahasiswa kritis dan senang untuk bertukar pikiran dengan mahasiswa lainnya dan bisa juga berdiskusi dengan orang-orang yang biasa didatangkan untuk menjadi pembicara di acara ini. Pembicara yang didatangkan di dalam acara Dimensi adalah orang yang memang sudah paham atau berkecimpung langsung di dalam isu/ berita yang akan di diskusikan sehingga diskusi bisa berjalan sesuai dengan pembahasannya dan tidak melebar. Di dalam acara ini, biasanya diskusi dilakukan denga dua arah, yaitu pembicara akan memaparkan terlebih dahulu berita yang memuat masalah, kemudian mahasiwa mengkritisi pemaparan tersebut dan kemudian dicarikan jalan terangnya bersama yang akan menjadi kesimpulan dari diskusi.

Sampai saat ini Dimensi baru diadakan sekali saja, dengan mengangkat topik “RUU Permusikan : Untuk Siapa?”. Topik tersebut dipilih karena pada saat itu memang sedang panas-panasnya RUU Permusikan yang dirumuskan oleh Komisi X DPR RI yang dianggap tidak relevan dengan industri musik yang ada saat ini. RUU tersebut banyak ditentang oleh orang-orang yang berkecimpung di dunia permusikan karena dianggap bisa merugikan banyak pihak dan mematikan kreatifitas musisi dalam membuat sebuah karya. Pada saat itu, Dimensi yang pertama ini diadakan pada Jum’at, 22 Februari 2019, di Lapangan Parkir Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UPN “Veteran” Yogyakarta dengan mendatangkan tiga pembicara, yaitu Galih Brata Soeharjo (penggiat event dan musik), Dr. Royke B Koapaha (dosen jurusan musik Institut Seni Indonesia), dan Rebellion Rose (grup band).

Dimensi yang membahas RUU Permusikan itu dihadiri oleh banyak mahasiswa yang memang peduli dan menyukai musik. Tidak hanya dari mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Yogyakrta saja yang hadir, tetapi juga banyak juga mahasiswa dari luar jurusan dan bahkan luar universitas yang ikut bergabung untuk berdiskusi. Melalui diskusi tersebut, didapatkan beberapa point yang bisa diambil sebagai kesimpulan dari Dimensi saat itu, yaitu:

1. Dari ketiga pembicara diskusi yang terdiri dari berbagai kalangan, seperti musisi, penggiat acara musik, dan dari akademisi musik, semua sepakat untuk menolak RUU Permusikan atas berbagai alasan.

2. RUU Permusikan masih memiliki banyak kesalahan secara mendasar, seperti bagaimana mereka mendefinisikan musik, justru mereka terkesan menggeneralisir jenis-jenis musik, serta masih menggunakan sumber rujukan yang berawal dari blogspot.

3. Musik memiliki kategori yang luas, tidak semua bisa dijadikan satu gayung. Contohnya, musik tradisional tentunya tidak bisa disamakan dengan musik industri. Selain itu, tidak semua musik bertujuan untuk meraih profit, maka seharusnya dilakukan kategorisasasi dengan melakukan pemetaan terlebih dahulu.

4. RUU Permusikan ini terkesan hanya menguntungkan industri musik besar saja. Mengharuskan musisi menggunakan label musik legal untuk mendistribusikan musiknya dan hal ini dapat memtikan pemusik independen.

Dari Dimensi yang pertama kali diadakan tersebut, ternyata mendapat respons positif dari teman-teman mahasiswa, banyak yang menginginkan diadakan lagi Dimensi selanjutnya dengan mengangkat topik seru lainnya. Dengan adanya Dimensi, setidaknya kita sebagai mahasiswa mempunyai niat untuk ikut serta dalam memberikan pemahaman kepada mahasiswa lainnya mengenai isu/ berita yang layak untuk dipahami. (Agung)

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: Module 'imagick' already loaded

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: